Kamis, 10 Maret 2011

Ereksi

Ereksi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Penis saat ereksi (kanan) dan sedang tidak ereksi (kiri).
Ereksi penis (penile erection, erection = "penegakan"[1]) adalah membesar dan/atau menegangnya penis. Ereksi merupakan kejadian yang menjadi prasyarat berhasilnya kopulasi atau hubungan seksual pada hewan yang memiliki penis atau hemipenis (mamalia dan reptilia). Pada unggas tertentu, terutama bangsa itik (Anseriformes), ereksi ditandai dengan keluarnya organ seperti tabung memanjang dari kloaka, meskipun secara teknis ia tidak disebut ereksi.
Penis manusia yang ereksi acap kali menjadi simbol kesuburan atau simbol kultural lain dan penggambarannya disebut falus (phallus).

[sunting] Fisiologi

Penis berisi dua struktur berbentuk tabung yang memanjang, disebut corpora cavernosa. Ereksi penis terjadi bila darah mengalir dan memenuhi corpora cavernosa karena berbagai bentuk rangsangan. Selain yang paling umum karena rangsangan seksual, ereksi pada manusia laki-laki juga dapat terjadi karena tekanan kandung kemih yang penuh. Ereksi juga terjadi secara otonom (tanpa kesadaran), misalnya pada saat tidur di dalam fase REM.
Secara normal ereksi berakhir jika rangsangan seksual diakhiri atau terjadi ejakulasi sperma. Priapisme adalah kejadian ereksi tanpa dikehendaki yang berlangsung dalam rentang waktu abnormal dan secara medik tergolong sebagai kejadian darurat. Ereksi priapistik juga dapat terjadi pada orang yang mati secara mendadak (misalnya karena tergantung).
Ketidakmampuan penis untuk ereksi secara penuh disebut dengan impotensi. Penyebabnya dapat bersifat fisik maupun kejiwaan (psikis). Impotensi menjadi permasalahan banyak orang dan penyembuhannya dilakukan secara medik maupun non-medik.
GAYA LORENTZ
Gaya Lorentz pada Muatan yang Bergerak

Sebuah partikel  bermuatan listrik yang bergerak dalam daerah medan magnet homogen akan mendapatkan gaya. Gaya ini juga dinamakan gaya Lorentz. Gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi.
Pada gambar tampak sebuah partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. Ditunjukkan bagaimana kalau partikel tersebut bermuatan positif ( gambar a ) dan bagaimana kalau partikel tersebut bermuatan negatif ( gambar b ) .


Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kiri
  • Ibu jari         = sebagai arah gaya Lorentz
  • Jari telunjuk = sebagai arah medan magnet
  • Jari tengah   = sebagai arah arus listrik
(untuk  muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus )
Coba kalian terapkan pada gambar diatas, sesuaikah dengan aturan tersebut ?
Jika besar muatan q bergerak dengan kecepatan v,  dan  I = q / t      maka persamaan gaya Lorentz untuk kawat dapat dituliskan :
 FL = I . ℓ . B sin θ  = q/t . ℓ . B sin θ
     = q . ℓ/t . B sin θ  = q . v . B sin θ  
        Karena ℓ/t = v .
Sehingga besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh sebuah muatan yang bergerak dalam daerah medan magnet dapat dicari dengan menggunakan rumus :   
FL =   q . v . B sin θ
  • FL = gaya Lorentz dalam newton ( N )
  • q  = besarnya muatan yang bergerak dalam coulomb ( C )
  • v  = kecepatan muatan dalam meter / sekon ( m/s )
  • B  = kuat medan magnet dalam Wb/m2 atau tesla ( T )
  • θ  = sudut antara arah v dan B
  • FL    selalu mempunyai arah tegak lurus dengan v dan B
Catatan penting :

Sebenarnya gaya yang mempengaruhi pada muatan yang bergerak dalam medan magnet disamping dipengaruhi gaya magnet juga dipengaruhi oleh gaya listrk sebesar F = q . E.  Tetapi karena nlai gaya ini sangat kecil dibandingkan dengan gaya magnetnya maka didalam  perhitungan terkadang diabaikan

Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak lurus dengan medan magnet  homogen yang mempengaruhi selama geraknya, maka muatan akan bergerak dengan lintasan  berupa lingkaran.
Sebuah muatan positif bergerak dalam medan magnet B (dengan arah menembus bidang) secara terus menerus (gambar P) akan membentuk lintasan lingkaran dengan gaya Lorentz yang timbul menuju ke pusat lingkaran. Demikian juga untuk muatan negative (gambar Q )��
Persamaan-persamaan yang memenuhi pada muatan yang bergerak dalam medan magnet homogen sedemikian sehinga membentuk lintasan lingkaran adalah :
Gaya yang dialami akibat medan magnet :   FL = q . v . B
Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel : Dengan menyamakan kedua persamaan kia mendapatkan  persamaan : �����

  • R = jari-jari lintasan partikel dalam meter ( m )
  • �����
  • m = massa partikel dalam kilogram ( kg )
  • �����
  • v =  kecepatan partikel dalam meter / sekon ( m/s )
  • �����
  • q = muatan partikel dalam coulomb ( C )
  • �����